Apa Itu Anoreksia ?

Apa Itu Anoreksia ?Parenting.orami.co.id

            Anoreksia adalah suatu penyakit psikologi yang berupa gangguan makan. Seseorang dengan anoreksia akan memperhatikan setiap makanan dan minuman yang dikonsumsinya. Beberapa faktor psikologis, lingkungan dan biologis. Penderita anoreksia sangat takut sekali untuk menjadi gemuk dan selalu memantau tubuh mereka agar selalu kurus. Beberapa upaya yang tidak biasa bisa saja mereka lakukan seperti diet ketat, minum obat pencahar, jarang makan. Semua itu dilakukan agar tubuhnya tetap kurus.

Beberapa gejala anoreksia adalah :

  • Berat badan yang sangat rendah
  • Kelelahan
  • Pusing
  • Kehilangan massa otot dalam keadaan parah
  • Tekanan darah
  • Hipotermia (tangan dan kaki dingin dan suhu tubuh rendah)
  • Kondisi kulit yang kering
  • Pembengkakan pada tangan dan kaki
  • Insomnia
  • Tidak mengalami menstruasi pada wanita
  • Perut kembung atau sembelit
  • Rambut rontok, patah, dan tipis
  • Kuku rapuh
  • Detak jantung yang tidak normal
  • Mual, muntah
  • Tulang keropos
READ  Cari Tahu Penyakit Kebotakan Menurun

Anoreksia yang dialami oleh seseorang adalah kondisi yang sangat kompleks karena melibatkan faktor biologis, psikologis dan lingkungan. Kondisi tubuh yang sangat kurus adalah pertanda yang paling umum secara fisik. Perilakunya pun termasuk tidak wajar seperti olahraga berlebihan, membatasi konsumsi makanan, dan penggunaan obat pencahar.

Faktor – faktor resiko anoreksia adalah :

  • Mempunyai citra diri yang negatif
  • Mudah depresi dan cemas
  • Sulit untuk mengelola stres
  • Kekhawatiran akan masa depan
  • Pada masa anak – anak sulit untuk memiliki pola makan yang baik
  • Khawatir terhadap penampilan yang tidak sempurna

Diagnosa

Melakukan diagnosa bertujuan untuk meneliti seberapa parah anoreksia yang dialami oleh seseorang. Riwayat kesehatan yang dimiliki penderita anoreksia juga berpengaruh pada pengobatan. Dokter akan menanyakan beberapa hal terkait dengan kondisi tubuh mereka seperti : bagaimana berat badan mereka, perasaan apa yang dimiliki, bagi wanita yaitu menstruasi yang dialami. Awalnya penderita akan kesulitan untuk meceritakan keadaan mereka yang sebenarnya. Namun, butuh keberanian untuk membuka kondisi mereka yang sesungguhnya agar kondisi mereka bisa menjadi lebih baik. Di sisi lain, diagnosis dibutuhkan hingga bertahun – tahun apalagi jika orang tersebut mengalami obesitas.

READ  Bagaimana cara menjaga kesehatan Yang Perlu Anda Ketahui

Apabila dokter menemukan tanda dan gejala mengenai anoreksia, dokter akan memberikan pilihan tes untuk menghindari terjadinya kondisi medis lain yang mungkin dialami. Beberapa komplikasi tersebut yaitu : diabetes, penyakit Addison, infeksi kronis, malabsorpsi, defisiensi imun, penyakit radang usus (IBS), kanker, hipertiroidisme. Tes yang ditawarkan oleh dokter mungkin meliputi : tes darah, pemindaian pencitraan, dan elektrokardiogram (EKG).

Bagaimana kriteria diagnostiknya ?

Kriteria diagnostik anoreksia menurut Manual Diagnostik dan Statistik American Psychiatric Association (APA) Edisi 5 Mental (DSM-5) yaitu :

  • Adanya pembatasan asupan makanan dan energi agar berat badan terkontrol. Hal ini tidak menutup kemungkinan dialami oleh berbagai kalangan tidak terbatas pada usia, kesehatan fisik, jenis kelamin dan lintasan perkembangan.
  • Adanya ketakutan yang berlebih untuk mengalami kenaikan berat badan sehingga lebih suka untuk memiliki tubuh yang kurus bahkan sangat kurus
  • Adanya gangguan dalam keinginan untuk menaikkan berat badan, penolakan untuk menaikkan berat badan, evaluasi diri yang terus menerus dilakukan, dll.
READ  Mengenal Penyakit Angina Pektoris

Tanda – tanda diatas dialami oleh seseorang yang menderita anoreksia. Sehingga, mengalami gejala aau tanda di atas, seseorang akan mengalami gangguan makan yang seirus. Tindakan pengobatan untuk penderita anoreksia melibatkan konseling nutrisi, terapi keluarga dan psikoterapi. Awalnya tidak mudah bagi seseorang untuk menyadari bahwa diri mereka mengalami anoreksia dan juga tidak mudah untuk mengajak mereka melakukan pengobatan dan perawatan. Penderita akan terus berpikir untuk mengambil tindakan tersebut.

 

Sumber :

www.medicalnewstoday.com

www.mayoclinic.org`